Memaparkan catatan dengan label Renungan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Renungan. Papar semua catatan

Khamis, April 28, 2011

Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas?

Tahukah anda? Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas?

Arab Saudi, seperti juga negara-negara lain yang bergelumang harta, terus melakukan modernisasi. Selain secara pemikiran, seperti diangkatnya seorang perempuan dalam jajaran kementerian di negara itu, juga pembangunan fizikal pun dilakukan. Tetapi, pengembangan Arab Saudi, khususnya kota suci Makkah dan Madinah akhir-akhir ini tidak mempedulikan peninggalan sejarah Islam.

Semakin lama semakin lenyap bangunan yang menjadi saksi sejarah Rasulullah SAW dan sahabatnya. Bangunan-bangunan itu dibongkar kerana pelbagai alasan, namun sebahagian besar kerana ingin menyesuaikan dengan kota-kota besar di dunia lainnya. Bahkan sekarang, tempat kelahiran Nabi SAW terancam akan dibongkar untuk perluasan tempat letak kenderaan.

Sebelumnya, rumah Rasulullah pun sudah lebih dulu digusur. Padahal, di situlah Rasulullah berulang-ulang menerima wahyu. Di tempat itu juga putera-puteri Rasulullah RA dilahirkan serta Saidatina Khadijah  RA meninggal dunia
.

Beberapa bulan yang lalu, Sami Angawi, pakar arkitek Islam di wilayah Arab mengatakan bahawa beberapa bangunan dari era Islam kuno terancam musnah. Pada lokasi bangunan berumur 1.400 tahun itu akan dibangun jalan menuju menara tinggi yang menjadi tujuan ziarah jamaah haji dan umrah.

Jamara Project

“Saat ini kita tengah menyaksikan saat-saat terakhir sejarah Makkah. Bahagian bersejarahnya akan segera diratakan untuk dibangunkan tempat letak kenderaan,” katanya kepada Reuters. Angawi menyebut setidaknya 300 bangunan bersejarah di Makkah dan Madinah dimusnahkan selama 50 tahun terakhir.


Bahkan sebahagian besar bangunan bersejarah Islam telah punah semenjak Arab Saudi berdiri pada 1932. Hal tersebut berhubungan dengan maklumat yang dikeluarkan Dewan Keagamaan Senior Kerajaan pada tahun 1994. Nasib kesan peninggalan bersejarah Islam di Arab Saudi memang sangat menyedihkan. Mereka banyak menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam sejak masa Ar-Rasul SAW.


Semua jejak jerih payah Rasulullah itu lenyap oleh modernisasi. Sebaliknya mereka malah mendatangkan para arkeologi (ahli purbakala) dari seluruh dunia dengan pembiayaan ratusan juta dollar untuk menggali peninggalan-peninggalan sebelum Islam baik yang dari kaum jahiliyah mahupun sebelumnya dengan alasan bertujuan untuk pelancongan.


Kemudian dengan bangga mereka menunjukkan bahwa zaman pra Islam telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa, tidak diragukan lagi ini merupakan pelenyapan bukti sejarah yang akan menimbulkan suatu keraguan di kemudian hari. Wallohu alam bi shawab. (sa/skpc/erm)

Tahukah anda? Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas

“Makkah sekarang sudah seperti Las Vegas, ” begitulah pernyataan yang dilontarkan Ali al-Ahmad, direktor Institute for Gulf Affairs- Lajnah Penyelidikan Pembangkang Saudi- yang berpusat di Washington, melihat perkembangan kota suci Makkah saat ini.

Menurutnya, perkembangan kota Makkah sekarang adalah sebuah bencana. “Hal ini akan memberikan pengaruh buruk bagi umat Islam. Ketika mereka ke Makkah mereka tidak punya perasaan apapun, tidak ada keunikan lagi. Apa yang anda lihat cuma simen dan kaca, ” ujar Ahmad serius.

Ahmad cukup beralasan melontarkan pernyataannya itu, kerana kota Makkah saat ini makin penuh dengan bangunan-bangunan tinggi mulai dari hotel, pusat perbelanjaan dan kedai-kedai besar yang menjual produk Barat. Sebut saja kedai kopi Starbucks, Cartier and Tiffany, H&M dan Topshop.

Pusat perbelanjaan Abraj Al-Bait ( www.abrajalbait.com ), salah satu pasaraya terbesar di Saudi yang baru dibuka menjelang musim haji bulan Disember 2006, nampak megah dengan monitor-monitor television flat, cahaya lampu-lampu neon, dengan pusat hiburan, restoran fastfood, bahkan kedai pakaian dalam.

Pusat perbelanjaan itu, nantinya juga akan dilengkapi dengan kompleks hotel yang menjulang tinggi. Bahkan kompleks bangunan yang dijangka selesai tahun 2009 nanti, akan menjadi gedung tertinggi ketujuh di seluruh dunia, dilengkapi dengan kemudahan rumah sakit dan tempat solat yang luas.

Seluruh pergunungan berdekatan Jabal Omar, kini sudah diratakan. Di lokasi itu juga akan dibangun kan kompleks hotel dan lebih dari 130 gedung-gedung tinggi baru.

Kota Makkah yang menyandang sebutan kota suci dan menjadi pusat ibadah haji umat Islam di seluruh dunia, ketenangan dan kekhusyuk-annya makin terkikis, Ka’bah yang terletak di tengah masjid Haram dan menjadi arah sholat Muslim sedunia, semakin tenggelam oleh berdirinya gedung-gedung tinggi.

“Ini adalah akhir dari Makkah, ” kata Irfan Ahmad dari London, pengasas Islamic Heritage Foundation, yang secara khusus aktivitinya mempertahankan peninggalan-peninggalan bersejarah di Makkah, Madinah dan tempat-tempat lainnya di Arab Saudi.

“Sebelumnya, bahkan pada masa Ustmani, tak satu pun gedung-gedung di Makkah yang tingginya melebihi tinggi Masjid Haram. Sekarang, banyak gedung yang lebih tinggi dari Masjid Haram dan tidak menghormati keberadaan masjid itu, ” tukas Irfan.

Wang, tentu saja menjadi motivasi utama boomingnya gedung-gedung tinggi di Makkah. Karena setiap tahun, kota itu dibanjiri oleh para jamaah haji. Papan-papan iklan di sepanjang jalan menuju Makkah, seolah-olah menjadi daya tarik bagi para pelabur yang mencari keuntungan daripada usaha penginapan.

Sejumlah organisasi Islam mengatakan, berdirinya gedung-gedung megah di kota Makkah, juga dilatarbelakangi motif agama. Mereka menuding pemerintah Saudi mengizinkan kelompok konservatif untuk menghancurkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan khawatir tempat itu justeru disembah-sembah oleh para pengunjung.

Ahmad dari Islamic Heritage Foundation mengaku mempunyai kalatog lebih dari 300 tempat-tempat bersejarah di Arab Saudi, termasuk pemakaman dan masjid-masjid. Ia mengatakan, sebuah rumah tempat Nabi Muhammad dilahirkan dihancurkan untuk membangun tempat bilik mandi.

“Sama sekali tidak menghormati Kaabah, tidak menghormati rumah Tuhan atau lingkungan dari tempat-tempat bersejarah itu, ” kata Sami Angawi, seorang arkitek Saudi yang ingin mempertahankan peninggalan bersejarah di Makkah.

“Padahal, memotong pohon saja seharusnya tidak boleh dilakukan di kota ini, ” sambungnya.

Kemajuan kadang memang harus dibayar mahal. Bahkan pasar malam, di mana para jamaah boleh menjual barang-barang yang dibawanya, kini sudah tidak ada lagi. Begitu juga dengan keluarga-keluarga di Makkah yang biasa menyambut para jamaah haji, sudah tidak terlihat lagi sejak rumah-rumah mereka digusur untuk perluasan Masjid Haram di era tahun 1970-an.

Angawi kini berusaha melakukan pendekatan pada kerajaan Arab Saudi agar memberi perhatian besar atas penghancuran tempat-tempat bersejarah. Ahmad melobi pemerintah-pemerintah negara Asia dan Arab untuk menghentikan penghancuran yang dilakukan pemerintah Saudi. Kedua tokoh ini menyayangkan kurangnya kepedulian umat Islam atas isu-isu ini. Kepentingan bisnes dan wang mengalahkan segala-galanya.

“Makkah tidak pernah berubah seperti sekarang ini. Apa yang anda lihat sekarang baru 10 peratusnya sahaja daripada apa yang akan ada, yang akan jauh lebih, lebih buruk lagi, ” kata Angawi risau. (ln/IHT/eramuslim)

Sumber : Eramuslim

Selasa, April 05, 2011

Antal Habibul Mustofa

Khamis, Februari 10, 2011

Cahaya Muka Rasulullah Sollallahu'alaihi wasallam


Telah diriwayatkan daripada Siti Aishah Radiallahu Anha bahawa ia telah berkata :

"Sedang aku menjahit baju pada waktu sahur maka jatuhlah jarum daripada tanganku tiba-tiba kebetulan lampu pun terpadam,lalu masuklah Rasulullah Sollallahu'alaihi wasallam maka aku telah dapat memungut jarum itu daripada cahaya wajahnya, lalu aku berkata,

"Wahai Rasulullah, alangkah bercahaya wajahmu?" dan seterusnya aku bertanya,"Siapakah yang tidak akan dapat melihatmu pada Hari Kiamat nanti?"

Jawab Rasulullah Sollallahu'alaihi wasallam: "Orang yang bakhil."

Aku bertanya lagi: "Siapakah orang yang bakhil itu?"

Jawab Rasulullah Sollallahu'alaihi wasallam," Dialah orang yang ketika disebut namaku di sisinya ia tiada mengucapkan solawat bagiku."

Rabu, Februari 02, 2011

Sebaik-baik Kelahiran dan Ciptaan


Sollu 'alan Nabi...Marilah kita perbanyakkan solawat ke atas junjungan Rasulullah sollahu'alaihi wassalam..Sempena Bulan RabiulAwal yang akan menjelang, saya ingin mengajak sahabat-sahabat semua meningkatkan rasa mahabbah kita pada Rasulullah sollahu'alaihi wassalam... Moga kita kan bertemu Baginda di hari 'pertemuan' nanti untuk mengharapkan syafaat Baginda untuk kita semua..Buktikan cinta kita padanya melebihi seluruh alam ini dan seisinya...Ya Allah, tanamkanlah rasa kasih yang tak terhingga kepada KekasihMu agar ia tidak akan terpadam dalam sanubari kami buat selamanya...Impianku ingin bertemumu Wahai Rasulullah...


Selasa, November 02, 2010

SAYA INI SEDANG FUTUR ● ● ● ●

♥♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥ 

Bismillahirrohmaanirrohiim.


Saya ini sedang futur...

Terbukti dengan lengah-lengah datang ke pengajian tiap hari.

Dengan alasan klasik...

kuliahlah, lelahlah, kerjalah, sibuklah, inilah, itulah.


Saya ini sedang futur...

Jarang baca buku tentang Islam,

lagi kurang baca Al-Quran.

Dulu tilawah tidak pernah ketinggalan,

sekarang satu lembar sudah kepenatan,

Tilawah sudah tidak berkesan,

nonton layar tv ketagihan.


Saya ini sedang futur...

Mulai malas solat malam, jarang bertafakkur.

Selepas subuh, kanan kiri salam, lantas kembali mendengkur.

Apalagi waktucuti, sampai menjelang zuhur


Saya ini sedang futur...

Lihat perut semakin buncit, kerana junkfood,

Kalo infaq mulai sedikit dan mulai sulit.

Apalagi puasa sunat, perut rasanya perit.


Saya ini sedang futur...

Tak lagi pandai bersyukur.

Senang disanjung, dikritik murung...


Saya ini sedang futur...

Malas urusi da'wah, rajin bikin orang marah.

Sedikit sekali muhasabah, sering kali meng-ghibah.

Ya... saya memang sedang futur....

Mengapa saya futur...???

Mengapa tidak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur???

Kenapa batas-batas mulai mengendur???

Kepura-puraan, basa basi dan kekakuan subur???

Kenapa di antara kita sudah tidak jujur???

Kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur???

Kenapa di antara kita hanya pandai bertutur???

Ya Allah... berikan hambaMu ini pelipur...

Agar saya tidak semakin futur.

Apalagi sampai tersungkur....

Kalian tau saya sedang futur....

Sedikit dzikir, banyakan tidur.

Sahabat-sahabat tidak ada yang negur.

Kalian tau saya sedang futur....

Hati beku, otak sibuk fikir orang lain dulu,

Diri sendiri tak pernah diukur.

Kalian taulah saya sekarang....

Senang duduk di kursi goyang,perut kenyang hati melayang.

Mulut sibuk mengata orang,aib sendiri tak terbayang.

Kalian tau saya bengal....

Bangun malam sering ditinggal.

Otak bebal banyak mengkhayal,

sudah lupa yang namanya ajal.

Kalian tau saya begini...

Sudah tau, senang dipuji, berkata seolah suci seperti murrabi,

tak hirau diri sendiri.

Kalian tau saya gegabah...

Pantang merasa gagah,

diri ngaku-ngaku ikhwah kalo mo muhasabah.

Diri ini tak berbeza sama sampah.

Kalian tau saya sekarang sudah kalah di medan perang.

Saya ingin pulang kandang....

Ke tempat saya dulu datang.


Wallohu'alam bis showab


Nb: Dalam Lisanul Arab, arti futur adalah : diam setelah giat, dan lemah setelah semangat.


Futur ialah fenomena yang menimpa para aktivis dakwah. Akibat terburuknya berupa, ‘ingitha’ (terputusnya aktivitas) setelah istimrar (berterusan) dilaksanakan. Sedangkan akibat minimalnya adalah timbulnya sikap acuh, berkembangnya rasa malas, berlambat-lambat dan bersantai-santai, di mana sikap tersebut datang setelah sikap giat bergerak.


By: Muhammad Kiran


Alfana : saya edit sedikit agar lebih mudah difahami dan dijadikan inzar bersama..



Isnin, September 06, 2010

Tenanglah Wahai Hati 1

"Barang siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka musibah (ujian) ditimpakan kepadanya." (H.R. Bukhari)

Sahabat,
Jika badai kehidupan menderamu, bersabarlah.
Ikhlaskan hatimu dan berjuanglah kerana dengan itu engkau kan mulia.
...Tiap tangisan kan berujung senyuman, kegelisahan kan berganti ketenangan, dan ketakutan kan berakhir dengan rasa aman.
Bersama kesulitan selalu ada kemudahan....

....bersambung

Khamis, Julai 08, 2010

Menghayati Keistimewaan Bulan Rejab

Jika diperhatikan, manusia berbeza-beza dalam menyambut kedatangan bulan Rejab setiap tahun.

Ada yang langsung tidak menyedari datang dan perginya Rejab kerana terlampau sibuk dan kurang peka pula pada perjalanan takwim Islam. Tidak kurang yang menyambut kedatangan Rejab dengan penuh gembira dan bersemangat serta mempertingkatkan amalan di dalamnya.

Ada pula yang menyambutnya dengan terlampau mempermasalahkan dan mempertikaikan keistimewaannya dan kewajaran menambahkan amalan padanya.

Kita merasakan bahawa mereka yang paling beruntung adalah mereka yang memahami dan mengenali Rejab serta menunaikan hak hari-harinya sebagaimana yang selayaknya tanpa melampau atau mencuaikan.

Bagi kebanyakan mereka yang meraikan kedatangan Rejab, bulan ini dirasakan begitu istimewa kerana ia menandakan hampir ketibaan tetamu agung, Ramadan al-Mubarak.

Ramadan sudah tentulah dirindui dan dinanti-nanti oleh setiap mereka yang beriman dan para pencinta Allah SWT dan Rasul-Nya SAW. Tempias kecintaan kita kepada Ramadan turut terkena pada Rejab dan Syaaban sebagai pengapit dan pendamping setia kepada Ramadan.

Keterkaitan dalam keberkatan bulan-bulan Rejab, Syaaban dan Ramadan terlihat dalam sepotong doa yang diriwayatkan oleh Anas r.a daripada Rasulullah SAW yang bererti, "Ya Allah, Berkatilah kami pada bulan Rejab dan Syaaban, serta panjangkanlah umur kami hingga sampai ke bulan Ramadan". (diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam al-Syua'aab, Ibn Abi al-Dunya dan Ibn Sunniy).

Sebenarnya keistimewaan Rejab turut disebut di dalam al-Quran dengan menyenaraikannya sebagai salah satu daripada empat bulan haram. Allah berfirman yang maksud-Nya: Sesungguhnya bilangan bulan disisi Allah ialah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.... (at-Taubah: 36)

Para ulama bersepakat Rejab adalah antara bulan yang dimaksudkan oleh Allah SWT dalam ayat ini dan beberapa ayat lain. Jelas bahawa Allah SWT sendiri di dalam al-Quran telah memuliakan bulan Rejab dengan mengisytiharkannya sebagai salah satu daripada bulan-bulan haram.

Mengikut pandangan yang masyhur di kalangan ulama, Allah SWT juga telah memuliakan bulan Rejab dengan berlakunya di antara peristiwa terpenting dalam sirah Nabi SAW iaitu peristiwa Israk dan Mikraj di dalamnya.

Sebagai golongan hamba-Nya yang terpilih, keistimewaan bulan Rejab tidak terlepas daripada pandangan ulama baik dahulu dan sekarang. Mereka telah menunjukkan contoh serta menggalakkan kita mempertingkatkan amalan dengan bersangka baik dengan Allah SWT bahawa dengan keberkatan bulan ini ganjaran amalan dan rahmat Allah SWT akan berlipat ganda. (Imam Ibn Jarir al-Tobari ada meriwayatkan pandangan Ibn Abbas r.a mengenai hal ini dalam tafsirnya).

Jika dikira hubungan Rejab, Syaaban dan Ramadan memang sesuailah kita lebih banyak berpuasa dan solat sunat, tilawah al-Quran, berzikir dan bersedekah sebagai membina momentum ke arah penghayatan Ramadan yang lebih cemerlang.

Sebahagian ulama menganjurkan kita membanyakkan istighfar di bulan Rejab dengan semangat al-Takhalliy iaitu untuk mengosongkan atau membersihkan diri kita. Ini disusuli penganjuran kita memperbanyakkan berselawat ke atas Nabi SAW di bulan Syaaban sebagai fasa al-Tahalliy yang bererti mengisi atau memperhiaskan diri sesudah diri kita dikosongkan dan dibersihkan dengan istighfar dan taubat.

Sesudah kita bersiap dengan membersih dan memperhiaskan diri barulah layak untuk kita bertaqarrub langsung dengan Allah SWT (al-Tajalliy) dengan memperbanyakkan tilawah al-Quran, sepanjang Ramadan.

Jika direnungi, anjuran para ulama ini sangat mendalam falsafah dan hikmahnya demi membantu kita menghayati bulan-bulan yang mulia ini dengan lebih bermakna.

Jika menjadi keyakinan setiap mukmin bahawa hidup dunia ini sebagai suatu ujian atau peperiksaan besar, maka Ramadan dan segala hari dan bulan yang istimewa dalam Islam bolehlah dianggap sebagai kelas-kelas tambahan atau ujian-ujian latihan. Ia akan mendorong kita sentiasa peka dan siap-siaga dalam mengharungi proses ujian tersebut.

Dengan segala kelemahan yang ada pada diri insan adalah sukar untuk menempah kejayaan dalam ujian kehidupan ini jika kita tidak dapat menumpang belas ihsan dan rahmat Ilahi. Dan sememangnya Allah SWT maha kaya dengan sifat rahim, ihsan dan adil serta segala sifat-sifat kesempurnaan.

Di antara gambaran ihsan dan keadilan Allah SWT bagi kita para hambanya yang diletakkan dalam ujian yang getir ini, kita tidaklah dibiarkan sendirian tanpa panduan. Selari dengan fitrah manusia sukakan kepelbagaian, silih-berganti hari dan bulan Islam berserta dengan kaitannya dengan sirah Nabi memberi ruang untuk kita memperkukuhkan tautan kita dengan Allah SWT dan Rasul-Nya SAW.

Di bulan Rejab ini banyak masjid, surau dan institusi mengambil peluang mengadakan ceramah dan majlis Israk Mikraj. Perbuatan ini jika dianggap sebagai suatu adat dan tradisi untuk menghimpunkan orang ramai bagi mendekatkan diri mereka dengan agama tanpa dianggap sebagai suatu pensyariatan adalah suatu amalan yang terpuji dan tidak bercanggah dengan mana-mana usul agama.

Malah para pendakwah dan mereka yang cintakan agama sepatutnya sentiasa mencari munasabah bagi menghimpun orang-ramai dalam majlis-majlis yang dipenuhi dengan penambahan ilmu, peringatan, doa dan zikir.

Inilah antara pandangan tokoh besar ulama dunia Islam, al-Muhaddith Dr. Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani r.a dalam tulisan khususnya mengenai Israk dan Mikraj bertajuk al-Anwar al-Bahiyyah min Isra' wa Mi'raj Khayr al-Bariyyah.

Beliau turut menegur golongan yang menentang penganjuran majlis sedemikian dengan katanya: "Memanfaatkan perhimpunan orang ramai dengan memberikan peringatan, petunjuk, nasihat dan mengarahkan mereka kepada kebaikan adalah lebih utama daripada menghalang, menolak dan mengingkari perhimpunan mereka dengan alasan yang tidak ke mana. Selama ini pun, apa yang dapat dilihat tegahan mereka tidak pun memberikan sebarang kesan".

Sememangnya peristiwa Israk dan Mikraj menyajikan pelbagai pengajaran untuk memperkukuhkan lagi ikatan iman umat. Selain antara mukjizat besar yang membuktikan kenabian Nabi kita SAW, ia telah menjadi saat umat Islam dianugerahi ibadah solat sebagai Mikraj roh kepada Allah setiap hari.

Ia juga memperjelaskan keistimewaan kedudukan kita sebagai umat Nabi SAW dengan sebab menumpang keistimewaan dan keutamaan Nabi SAW yang menjadi Imam segala Nabi dan Rasul. Melalui peristiwa tersebut kita juga diperingatkan realiti kehidupan akhirat dengan balasan azab dan nikmat yang akhirnya meletakkan segala yang kita lalui dan punyai dalam kehidupan ini dalam perspektifnya yang sebenar.

Inilah sekadar segelintir perkara iktibar di sebalik kehadiran bulan Rejab dan peristiwa Israk dan Mikraj yang wajar diperincikan lagi dan diulang-ulangkan.

Malangnya ada juga penceramah yang kurang berhati-hati lalu dalam membicarakan tentang peristiwa ini turut membahaskan isu-isu kontroversi seperti mensabitkan tempat dan sifat bagi Allah SWT, Maha Suci Allah daripada menyerupai makhluknya.

Tokoh ulama mutakhir, Sheikh Yusuf al-Dijwi ada menegur tentang perkara ini dalam himpunan tulisan dan fatwanya.

Beliau menegaskan, adalah tidak wajar ayat-ayat mutashabihat berkaitan dengan isu ini dibicarakan kecuali di dalam majlis-majlis khusus di kalangan para ulama berdasarkan keperluan. (Maqalaat wa Fatawa al-Shaikh Yusuf al-Dijwi, (Kaherah, Dar al-Basoir, 2006) Jld 2, ms.724)

Semoga kita dikurniakan kesedaran, kesihatan, semangat dan himmah yang tinggi dalam naungan taufik untuk menunaikan hak setiap hari yang dikurniakan oleh Allah SWT kepada kita. Semoga bulan Rejab, Syaaban dan Ramadan kita tahun kita lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Sumber :PANEL PENYELIDIKAN YAYASAN SOFA, NEGERI SEMBILAN


Ahad, Jun 27, 2010

Lamaranmu Ku Tolak

sekadar gambar hiasan

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah.

Si pemuda, sendiri, harus bersedia berdepan dengan lelaki lain: ayah si muslimah. Dan ini merupakan situasi yang sangat mencemaskannya. Walaupun di kampus dahulu, pelbagai cabaran dan rintangan dalam perjuangan telah ditempuh sebagai seorang aktivis mahasiswa, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah jauh berbeza. Si muslimah, tentu saja bersedia membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya.

Maka, di suatu pagi yang hening, di sebuah rumah, di ruang tamu yang serba sederhana, seorang lelaki muda berdepan dengan seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ si solehah, dari sisinya.

“Oh, jadi anak la yang akan melamar itu?”
tanya si ayah.

“Ya, Pakcik” jawab si orang muda.

“Engkau telah mengenalinya dalam-dalam? ” tanya si ayah sambil menunjuk si muslimah, anaknya.

“Ya Pakcik, saya sangat mengenalinya,” jawab si pemuda, cuba untuk meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Bererti engkau telah ber'couple' dengannya sebelum ini?Aku tidak boleh mengizinkan pernikahan yang diawali dengan cara sebegitu!” balas si ayah.

Si pemuda tergagap, “Bukan begitu pakcik, sebenarnya saya hanya kenal sekadarnya saja, berjumpa saja baru sebulan yang lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu seperti ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tidak mahu kau akan cepat menceraikannya kerana dirimu tak mengenalinya dan bersedia menerima seadanya.Jangan-jangan kau tidak mengenali diriku ini siapa?” balas si ayah,keras.

Pastinya ini situasi yang merumitkan si pasangan yang ingin melengkapkan sebahagian daripada agama. Si muslimah muda mencuba membantu si pemuda.

Bisiknya, “Ayah, dia dulu seorang aktivis kampus.”

“Kamu dulu seorang aktivis ye?” tanya si ayah.

“Ya Pakcik, saya dulu sering memimpin demonstrasi anti Kezaliman di Kampus,” jawab si pemuda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti sekiranya kamu kecewa dan marah dengan isterimu, kamu bakal mengerahkan rombongan sahabat-sahabatmu untuk berdemo di rumahku ini pula,kan?”

“Errr tidak pakcik. Dulu demonya kecil-kecilan sahaja. Banyak yang tidak dapat hadir kalau saya arahkan.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mengarahkan sahabat-sahabatmu sahaja tidak mampu, apatah lagi ingin mengurus keluargamu nanti?”

Si muslimah membisik lagi, membantu, “Ayah, dia seorang graduan.”

“Kamu lulusan mana?”


“Saya lulusan Ekonomi & Pentadbiran USM, pakcik. USM itu salah satu kampus terbaik di Malaysia, pakcik.

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STP ini sahaja? Memandang rendah pada pakcik kan?”

“Bukan begitu Pakcik. Saya bukanlah pintar sangat Pakcik...biasa-biasa sahaja. Lulusnya saja lima tahun, CGPA pun kelas dua sahaja Pakcik.”


“Lamaranmu ya kutolak. Kamu graduan 'cukup makan' sahaja, lantas bagaimana mahu mendidik anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja.”

“Jadi kamu sudah bekerja?”

“Iya Pakcik. Saya membuka perniagaan sendiri. Seluruh semenanjung dan borneo telah saya pasarkan produk saya."

“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu asyik pergi ke sana sini, sudah tentu kamu tidak sempat meluangkan masa untuk keluargamu. ”

“Err bukan begitu Pakcik. Saya jarang-jarang sekali keluar 'out-station'. Produksaya juga tidak berapa laku.”


“Lamaranmu tetap kutolak. Apa yang kamu boleh beri pada keluargamu nanti , kalau perniagaanmu sahaja tidak berjaya?”

Bisikan kembali, “Ayah, bukankah yang paling penting dia mampu membayar maharnya kan.”

“Apa mahar yang ingin kau berikan pada anakku?”

“Sepersalinan alat solat Pakcik.”


“Lamaranmu kutolak. Alat solat di rumah ini pun dah banyak. Maaf.”

“Tapi saya juga sudah sediakan emas satu kilogram dan RM50,000 Pakcik.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku ini materialistik, dan menukar anakku dengan wang dan emas, begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan lagi tanpa putus asa, “Dia mahir IT,ayah”

“Kamu mahir internet?”

“Oh iya Pakcik. Rutin saya melayari internet hampir setiap hari”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma asyik berinternet, menghabiskan masa di alam maya dan tidak membantu mengurus anak istrimu di dunia nyata.”

“Tapi saya cuma buka untuk tengok e-mel saja Pakcik.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu tak tahulah apa itu Facebook, Blog, Twitter, Youtube? Aku tidak mahu menantu ketinggalan macam kamu, tidak tahu ilmu terkini.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu kesini tadi naik apa?”

“Kereta Pakcik.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau menunjuk-nunjuk yang kamu itu kaya. Itu namanya Riya’. Nanti hidupmu juga akan boros. Harga minyak kan makin naik.”

“Emm saya cuma menumpang kereta sahabat saya Pakcik. Saya tiada lesen”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu minta isterimu memandu juga ya? Susah mcam ni. Kamu ingat anakku ini seorang driver?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa dirimu hensem ya?”

“Tidak pakcik, biasa sahaja”

“Lamaranmu kutolak. Kamu tidak selidiki dirimu dahulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”

“Tapi pakcik, di kampung, sebenarnya banyak pula yang meminati saya Pakcik.”


“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi menjadi seorang playboy. Nanti kamu bakal curang pada anakku!”

Mata si muslimah mula berkaca-kaca, “Ayah, tak bolehkah ayah tanyakan soal agamanya, selain tentang harta dan fizikalnya sahaja?”

Si ayah menatap wajah si anak, dan berganti menatap sang muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hafaz dari Al Qur’an dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga. Pun pada soalan ini ia pasrah, jawabnya, “Pakcik, dari tiga puluh juz saya cuma hafaz juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja. Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Si ayah tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja pun, aku masih tertatih.” Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

~Bukankah semua akan indah jika berakhir happy ending? (^_^) ~

(Cerita ini hasil nukilan salah seorang sahabiah dari indonesia...saya ubah serba sedikit bahasanya agar mudah difahami...namun pastinya ada kekurangan dan kelemahan..kemaafan jua dipinta namun mesejnya yang ingin saya kongsi bersama anda)

Alfana: Mabruk buat sahabat-sahabatku yang telah melangkah ke fasa baru...alam perkahwinan jua sebagai ibu dan bapa buat si anak tersayang...Pasti ada kenangan-kenangan suka duka sepanjang tempoh itu...Walau apapun 'ceritanya', jangan sekali-kali berhenti dari menjadi seorang pejuang agama Allah..bermula dari fardu muslim, baitul muslim, jamaah muslim...hingga ke daulah islamiyah...Sesungguhnya kebahagiaan abadi adalah apabila mendapat redhaNya yang sangat diimpi tiap hari...salam menuju mardhatillah daiman abada..

Isnin, Mei 31, 2010

Misi LL4G

31 Mei, (01.30tgh waktu Malaysia) – Israel dilaporkan telah merampas 6 buah kapal konvoi Freedom Flotilla. Dilaporkan jumlah kematian meningkat kepada 16 orang dan lebih dari 30 orang cedera ketika pasukan Israel menyerang kapal-kapal Freedom Flotilla pada Isnin (31/5) pagi, menurut laporan dari Radio Tentera Darat Israel. Konvoi kemanusiaan itu diserang ketika menghampiri 65km dari pantai Gaza. Mereka juga berkata kapal-kapal itu sekarang sedang ditarik ke bandar Haifa Israel, bukan ke Asdod untuk mengelakkan wartawan menunggu di sana.

Untuk makluman, seramai 12 orang wakil sukarelawan dari Malaysia berada dalam konvoi kemanusiaan tersebut di atas kapal Mavi Marmara yang diketuai oleh Sdr Noorazman Shamsudin dari HALUANPalestin bersama 4 orang lagi juga dari HALUANPalestin dan baki dari Yayasan Amal Malaysia, Jamaah Islah Malaysia (JIM), Aqsa As Sharif dan Muslim Care. Manakala 2 orang lagi adalah wartawan dari Astro Awani, Aswad Ismail dan jurugambarnya. Pihak Sekretariat Pengurusan Krisis-Lifeline4Gaz a (CMT-LL4G) Malaysia masih belum menerima sebarang berita akan situasi dan keadaan mereka di sana memandangkan jalur perhubungan dengan pihak kapal telah terputus.

Marilah sama-sama kita berdoa agar diselamatkan sukarelawan NGO yang berada diatas kapal dan Allah swt sentiasa memberikan keselamatan dan kebaikannya kepada mereka. Walau apapun yang berlaku diharapkan mereka sentiasa ikhlas dan mendapat keredhaan dari Allah swt. (aljazeera/ihhtv) Bantulah barisan pejuang-pejuang ini Ya Allah...


Khaibar2 Ya Yahud..Jaisyu Muhammad Saufa Ya'ud

Takbir!!!


berita lanjut, sila lihat http://haluanpalestin.haluan.org.my/


Isnin, Mei 10, 2010

Ikut jejak

"Jika engau ingin mengikut jejak para imam kuatknlah dirimu untuk terima segala musibah, bertenang dalam menangung kepahitan,sifat sabar terbentang dalam dadamu,lisanmu perlu dikunci,matamu dikawal, rahsiamu disembunyikn,hanya dilihat sang penciptaan..."

- Imam Al-Ghazali-
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

Nak Kenal Lagi??

Emel = alsalsabil@hotmail.com
YM = zanjabil27@yahoo.com
FS = laislamic@yahoo.com

Great Morning ©  Copyright by RaUDhaH Al-BaAn | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks